Rabu, 08 November 2017

Pembagian Zaman Batu (Pengertian dan Ciri-Cirinya)

Melanjutkan artikel Pembabakan Zaman Prasejarah, kali ini saya akan menjelaskan secara lengkap mengenai Zaman Batu. Zaman Batu merupakan salah satu zaman pada masa prasejarah. Zaman Batu dibagi menjadi menjadi 4 Zaman yaitu Zaman Batu Tua, Zaman Batu Madya, Zaman Batu Muda, dan Zaman Batu Besar.

Pembagian Zaman Batu
Ilustrasi artefak Zaman Batu


Pengertian Zaman Batu

Istilah Zaman Batu ini dikarenakan pada zaman itu alat-alat penunjang kehidupan manusia sebagian besar terbuat dari batu. Alat-alat tersebut dibuat untuk menunjang keperluan hidup mereka, contohnya untuk mencari dan mengolah makanan.

Berdasarkan sumber sejarah yang berupa alat-alat tersebut dapat diketahui bagaimana cara hidup mereka, misalnya pikiran mereka masih sederhana. Kemudian seiring perkembangan zaman menjadi berkembang ke arah yang lebih kompleks sesuai sumber sejarah yang ditemukan, contohnya proses pembuatan alat menjadi lebih halus dibandingkan sebelumnya.

Namun, bukan berarti pada Zaman Batu hanya ada peralatan dari batu saja. Pada zaman itu juga ditemukan alat-alat yang terbuat dari bambu/kayu meskipun tidak ditemukan bukti. Para ahli sejarah sepakat jika alat-alat yang terbuat dari kayu/bambu mudah lapuk sehingga bukti sejarahnya pun hilang.

Pembagian Zaman Batu 

Zaman Batu dibagi menjadi 4 zaman seperti yang telah kita bahas di awal artikel. Berikut ini merupakan Pembagian 4 Zaman Batu lengkap dengan Penjelasan dan ciri-cirinya.

Zaman Batu Tua (Paleolitikum)

Zaman Batu Tua disebut juga dengan Zaman Paleolitikum. Pada zaman ini kehidupan manusia masih sangat sederhana. Mereka hidup secara berkelompok (satu kelompok kecil berkisar 10-15 orang). Tempat tinggal manusia zaman ini berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lainnya atau nomaden menyesuaikan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kebutuhan makanan mereka sepenuhnya tergantung pada alam, sehingga cara mereka mencari makan sering disebut food gathering (mengumpulkan makanan) dan berburu. Pada umumnya, mereka tidak berfikir tentang hari esok. Jadi apa yang diperoleh hari ini langsung dihabiskan pada hari ini juga.
Peralatan-peralatan mereka terbuat dari batu yang kasar. Mereka belum berpikir untuk menghaluskan atau diupam. Jadi alat-alat kehidupan pada masa itu masih berupa batu yang kasar. Contoh alat-alat kehidupan pada Zaman Paleolitikum seperti kapak genggam dan alat-alat dari tulang dan tanduk hewan.

Zaman Batu Madya (Mesolitikum)

Zaman Batu Madya disebut juga Zaman Mesolitikum. Pada zaman ini manusia sudah mulai hidup menetap dan tidak nomaden lagi. Disamping itu, mereka juga sudah membuat rumah-rumah panggung di tepi pantai, tepi gua, dan ceruk-ceruk batu padas. Selain itu, mereka juga sudah mulai mengenal bercocok tanam secara sederhana.

Mereka memilih tempat tinggal yang terlindung dari ancaman binatang buas, seperti pada gua-gua dekat aliran sungai. Pada gua-gua ini banyak ditemukan artefak-artefak sebagai bukti bahwa pernah terjadi kehidupan disana. Artefak adalah benda-benda kebudayaan manusia pada masa lampau yang berhasil ditemukan melalui penggalian. Contoh Artefak berupa perhiasan-perhiasan, pecahan gerabah, dan periuk belangga.

Dari penemuan gambar-gambar pada dinding gua dekat daerah Maros (Sulawesi Selatan) dapat diketahui bahwa mereka mempunyai jiwa seni. Mereka membuat tapak tangan berwarna merah dan gambar seekor babi hutan.

Pada Zaman Mesolitikum kehidupan masih bersumber dari alam seperti pada Zaman Paleolitikum. Peralatan mereka terbuat dari batu yang belum dihaluskan dan tulang/tulang binatang. Satu hal yang membedakan dari zaman sebelumnya adalah pembuatan gerabah dan periuk belangga.

Selain itu, mereka juga melakukan pembagian pekerjaan berdasarkan jenis kelamin. Orang laki-laki berburu binatang, sementara perempuan mengurus anak, mencari buah/sayur, dan membuat anyaman seperti keranjang.

Zaman Batu Muda (Neolitikum)

Zaman Batu Muda disebut juga Zaman Neolitikum. Pada zaman ini manusia sudah mempunyai tempat tinggal tetap dalam suatu lingkungan secara berkelompok. Mereka sudah mulai bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan mereka (food producing).

Alat-alat kehidupan mereka terbuat dari batu-batu yang sudah dihaluskan secara sempurna. Contoh alat-alat kehidupan pada zaman Neolitikum seperti kapak-kapak persegi yang telah diberi hiasan yang indah. Hal ini menunjukan pada zaman itu perkembangan seni dan jiwa seni mereka meningkat dari zaman sebelumnya.

Selain itu, contoh peralatan lainnya berupa kapak lonjong. Bentuknya seperti bundar telur dan agak meruncing pada ujungnya untuk menempatkan gagang/tangkai. Tangkai/pegangan kapak lonjong berupa batu kecil yang dihubungkan menggunakan rotan. Pada zaman sekarang kapak lonjong masih banyak ditemukan di daerah Papua/Irian, hal ini menjadi bukti peninggalan kebudayaan Neolitikum.

Benda peninggalan kebudayaan zaman Neolitikum lainnya adalah Perhiasan gelang dan kalung yang terbuat dari batu. Jadi kehidupan pada Zaman Neolitikum ini sudah mengalami perkembangan yang sangat besar dibandingkan zaman-zaman sebelumnya.

Para ahli sejarah menganggap pada zaman ini telah terjadi sebuah revolusi dalam kehidupan manusia. Revolusi yang dimaksudkan adalah terjadinya perubahan sifat kehidupan dari mengumpulkan makanan dan bergantung pada alam (food gathering) menjadi usaha mengolah dan menghasilkan sendiri dalam mencukupi kehidupan hidup (food producing).
Baca juga artikel lain tentang:

Zaman Batu Besar (Megalitikum)

Zaman Batu Besar disebut juga Zaman Megalitikum. Pada zaman ini manusia sudah mampu membuat bangunan-bangunan yang terbuat dari batu besar. Zaman ini berlangsung dari akhir zaman Neolitikum hingga Zaman perunggu/logam. Kehidupan manusia pada zaman ini sudah terstruktur dan teratur serta telah mengenal istilah sistem pemerintahan.

pembagian Zaman Batu
Bangunan Megalitik

Bangunan-bangunan pada Zaman Megalitik disebut juga bangunan Megalitik (Bangunan yang terbuat dari batu besar). Pada umumnya, bangunan Megalitik terbuat dari batu inti yang utuh kemudian diberi bentuk dan dipahat sesuai kebutuhan.

Bangunan Megalitik banyak sekali ditemukan di daerah-daerah Indonesia seperti Jawa, Sumatera Barat dan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan. Tradisi-tradisi Zaman Megalitikum berhubungan dengan unsur kepercayaan yang mendorong terciptanya benda-benda dan bangunan-bangunan Megalitik.

Demikian penjelasan lengkap tentang Pembagian Zaman Batu, semoga membantu dan bermanfaat. Untuk mengikuti penjelasan lengkap tentang materi sejarah silahkan kunjungi blog kami pendidikansejarah.com

Related Posts

Pembagian Zaman Batu (Pengertian dan Ciri-Cirinya)
4/ 5
Oleh

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *