Kamis, 09 November 2017

8 Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok (GNB) dan Sejarahnya Lengkap

Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok (GNB) - Gerakan Non Blok atau sering kita sebut GNB adalah gerakan yang tidak memihak blok manapun yang menjadi pusat kekuatan di dunia saat itu. Gerakan non blok didirikan dengan tujuan untuk meredam peperangan yang sangat dahsyat antara kedua kubu atau blok pada jaman dulu.
peran indonesia dalam gnb
peran indonesia dalam gnb
Indonesia menjadi salah satu anggota mempunyai peran penting dari sejumlah negara yang mengikuti organisasi ini. Namun negara Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam organisasi ini, Indonesia merupakan salah satu pendiri dan termasuk negara dengan peran penting di dalam organisasi.

Sejarah Berdirinya Gerakan Non-Blok (GNB)

Awal mula berdirinya gerakan non blok (gnb) terjadi setelah Perang Dunia II berakhir. Akibat perang besar tersebut mengakibatkan dunia ini terbagi menjadi dua blok yang saling bertentangan yaitu blok barat dan blok timur. Blok barat merupakan kumpulan negara-negar Liberal yang dipimpin oleh Amerika, sementara blok timur mempunyai paham Komunis yang dipimpin oleh Rusia.

* Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok (GNB) *

Kedua blok ini sangat bertentangan dan rawan menimbulkan perang dunia selanjutnya. Oleh karena beberapa negara yang tidak memihak atau mengikuti kedua blok tersebut membentuk suatu gerakan agar meredam perpecahan antara kedua blok tersebut. Gagasan munculnya gerakan non-blok ini di prakarsai oleh beberapa negara netral seperti Indonesia, India, Mesir, Ghana, dan Yugoslavia.

Pemimpin dari masing-masing tersebut mengadakan pertemuan yang akhirnya membuat keputusan yang menjadi awal sejarah baru bagi masyarakat dunia. Pada tanggal 1 September 1961 berdirilah Gerakan Non Blok atau Non-Aligned Movement (NAM). Gerakan ini sebenarnya timbul karena termotivasi oleh Dasasila Bandung yang disepakati pada Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Berikut daftar pemimpin negara yang memprakarsai GNB :

  • Presiden Indonesia : Soekarno
  • Perdana Menteri India : Pandit Jawaharlal Nehru
  • Presiden Mesir : Gamal Abdel Naser
  • Presiden Yugoslavia : Josep Broz Tito
  • Presiden Ghana : Kwame Nkrumah

Pertemuan Gerakan Non-Blok

  1. KTT I diadakan di Belgrade pada tanggal 1 September 1961 – 6 September 1961
  2. KTT II diadakan di Kairo pada tanggal 5 Oktober 1964 – 10 Oktober 1964
  3. KTT III diadakan di Lusaka pada tanggal 8 September 1970 – 10 September 1970
  4. KTT IV diadakan di Aljir pada tanggal 5 September 1973 – 9 September 1973
  5. KTT V diadakan di Kolombo pada tanggal 16 Agustus 1976 – 19 Agustus 1976
  6. KTT VI diadakan di Havana pada tanggal 3 September 1979 – 9 September 1979
  7. KTT VII diadakan di New Delhi pada tanggal 7 Maret 1983 – 12 Maret 1983
  8. KTT VIII diadakan di Harare pada tanggal 1 September 1986 – 6 September 1986
  9. KTT IX diadakan di Belgrade pada tanggal 4 September 1989 – 7 September 1989
  10. KTT X diadakan di Jakarta pada tanggal 1 September 1992 – 7 September 1992
  11. KTT XI diadakan di Cartagena de Indias pada tanggal 18 Oktober 1995 – 20 Oktober 1995
  12. KTT XII diadakan di Durban pada tanggal 2 September 1998 – 3 September 1998
  13. KTT XIII diadakan di Kuala Lumpur pada tanggal 20 Februari 2003 – 25 Februari 2003
  14. KTT XIV diadakan di Havana pada tanggal 11 September 2006 – 16 September 2006

Tujuan Gerakan Non Blok

Tujuan gerakan ini seperti yang saya sebutkan diatas yaitu untuk meredakan perang anatar dua blok yang sedang berseteru. Selain itu gerakan ini juga mempunyai tujuan lain yaitu untuk menjaga solidaritas antara negara anggota yang merupakan negara berkembang dalam mencapai kemakmuran dan kemerdekaan.

Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok (GNB)

  1. Indonesia merupakan salah satu negara pemprakarsa lahirnya GNB.
  2. Presiden Soekarno adalah satu dari lima pemimpin dunia yang mendirikan GNB;
  3. Presiden Indonesia Soekarno menjadi duta untuk menyampaikan keputusan KTT non blok I kepada Presiden Amerika serikat John F. Kennedi.
  4. Indonesia menjadi penyelenggara dan ketua Gerakan Non Blok (GNB) dalam KTT GNB di Jakarta pada bulan September 1992.
  5. Presiden Indonesia yang kedua Soeharto merintis dibukanya kembali Dialog Untara Selatan yang telah lama mengalami pemutusan, yakni dalam KTT G-7 di Tokyo Jepang tahun 1993.
  6. Indonesia selalu mengusulkan dalam KTT GNB tentang kemajuan Ekonomi, penghapusan penjajahan, dan kemurnian GNB tetap dipertahankan.
  7. Presiden Indonesia Soeharto menjadi pemimpin atau ketua GNB pada KTT X GNB di Jakarta di tahun 1991.
  8. Indonesia mempunyai peran penting dalam meredakan ketegangan atau perpecahan di wilayah bekas Yugoslavia pada tahun 1991.
Demikian penjelasan pendidikan sejarah tentang peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok (GNB) dan sejarahnya secara lengkap. Silahkan ikuti pembahasan materi Sejarah Indonesia di www.pendidikansejarah.com

Related Posts

8 Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok (GNB) dan Sejarahnya Lengkap
4/ 5
Oleh

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *